Apa yang menjadi pokok bahasan ilmu hisab?
Ilmu hisab itu pada garis besarnya ada dua macam, yaitu ilmiy dan amaliy.
Ilmu hisab ilmiy adalah ilmu hisab yang membahas teori dan konsep benda-benda langit, misalnya dari segi asal mula kejadiannya (cosmogoni), bentuk dan tata himpunannya (cosmologi), jumlah anggotanya (cosmografi), ukuran dan jaraknya (astrometrik), gerak dan gaya tariknya (astromekanik), dan kandungan unsur-unsurnya (astrofisika).
Sedangkan ilmu hisab amaliy adalah ilmu hisab yang melakukan perhitungan untuk mengetahui posisi dan kedudukan benda benda langit antara satu dengan lainnya. Ilmu hisab amaliy inilah yang oleh masyarakat umum dimaksud dengan ilmu hisab.
Bahasan ilmu hisab yang dipelajari dalam Islam adalah yang ada kaitannya dengan pelaksanaan ibadah, sehingga pada umumnya ilmu hisab ini mempelajari 4 bidang, yaitu, 1, Arah kiblat dan bayangan arah kiblat, 2, Waktu-waktu shalat, 3, Awal bulan, dan 4, Gerhana.
Ilmu hisab membahas arah kiblat pada dasarnya adalah menghitung besaran sudut yang diapit oleh garis meridian yang melewati suatu tempat/ lokasi yang dihitung arah kiblatnya dengan lingkaran besar yang melewati tempat tersebut dan kakbah, serta menghitung jam berapa Matahari itu memotong lingkaran besar tersebut.
Sedangkan ilmu hisab membahas waktu-waktu sholat pada dasarnya adalah menghitung tenggang waktu antara waktu ketika Matahari berada di titik kulminasi atas dengan waktu ketika Matahari berkedudukan di masing-masing awal waktu sholat.
Pembahasan awal bulan dalam ilmu hisab adalah menghitung waktu terjadinya konjungsi (ijtima'), yakni posisi Matahari dan Bulan memiliki nilai bujur astronomi yang sama, serta menghitung posisi (tinggi dan azimut) Bulan (hilal) dilihat dari suatu tempat ketika Matahari terbenam pada hari terjadinya konjungsi itu.
Sementara yang dibahas dalam gerhana adalah menghitung waktu terjadinya kontak antara Matahari dan Bulan, yakni kapan Bulan mulai menutupi Matahari dan lepas darinya pada gerhana matahari, serta kapan pula Bulan mulai masuk pada umbra bayangan Bumi serta keluar darinya pada gerhana bulan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar