Rabu, 06 Agustus 2025

Makna di Balik Bukit Sinai dalam Al-Qur'an (Tafsir At-Tin Ayat 2)


Dalam tafsir Ibnu Katsir, ayat kedua dari surat At-Tin, yaitu "وَطُورِ سِينِينَ" (Wa ṭūri sīnīn), ditafsirkan sebagai sumpah Allah SWT dengan nama sebuah bukit.

Menurut Ibnu Katsir, mayoritas ulama tafsir berpendapat bahwa "Ṭūri Sīnīn" adalah nama gunung tempat Allah SWT berfirman langsung kepada Nabi Musa AS. Sumpah ini termasuk dalam serangkaian sumpah Allah SWT pada awal surat At-Tin yang merujuk pada tempat-tempat suci dan bersejarah dalam agama samawi:

  1. Wa At-Tīn wa az-Zaitūn (Demi buah tin dan zaitun): Ibnu Katsir menyebutkan beberapa pendapat, namun salah satu pendapat yang kuat mengarah pada Baitul Maqdis, tempat diutusnya Nabi Isa AS.

  2. Wa Ṭūri Sīnīn (Dan demi bukit Sinai): Merujuk pada gunung tempat Nabi Musa AS menerima wahyu dari Allah SWT.

  3. Wa hādhāl baladil amīn (Dan demi kota (Mekah) ini yang aman): Merujuk pada kota Mekah, tempat diutusnya Nabi Muhammad SAW.

Sumpah-sumpah ini, menurut Ibnu Katsir, menunjukkan kemuliaan tempat-tempat tersebut karena merupakan tempat diutusnya para nabi ulul azmi dan menjadi pusat turunnya wahyu yang agung. Dengan bersumpah atas tempat-tempat tersebut, Allah SWT ingin menegaskan betapa mulianya manusia yang telah diciptakan-Nya dalam bentuk yang sebaik-baiknya (ahsan taqwīm), yang menjadi inti dari surat At-Tin.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Fenomena Telur Berembrio: Eksotisme Kuliner atau Makanan Haram?

Antara Eksotisme Kuliner dan Syariat: Bagaimana Islam Memandang Telur Berembrio? Pernahkah Anda mendengar tentang Balut ? Di Filipina atau b...