Sabtu, 31 Januari 2026

Kamaluddin Ad-Damiri: Sang Penulis Ensiklopedia Hewan Terbesar dalam Sejarah Islam



KAMALUDDIN AD-DAMIRI: Sang Ensiklopedis Hewan dari Mesir

Kamaluddin Ad-Damiri, seorang ulama besar dan ensiklopedis dari abad ke-8 Hijriyah, dikenal luas berkat kontribusinya yang monumental dalam bidang zoologi Islam. Karyanya yang paling terkenal, "Hayat Al-Hayawan Al-Kubra," menjadi rujukan utama selama berabad-abad dalam memahami dunia hewan dari perspektif Islam dan ilmiah.

Nasab dan Nama Panggilan

Nama lengkapnya adalah Abu al-Baqa' Muhammad bin Musa bin Isa bin Ali ad-Damiri al-Mishri asy-Syafi'i. Ia lebih dikenal dengan nama panggilan Kamaluddin Ad-Damiri. Nama "Ad-Damiri" merujuk pada kota Damirah, sebuah kota di Mesir tempat ia berasal. Sedangkan "Abu al-Baqa'" adalah kunyah atau nama panggilan kehormatan yang berarti "ayah keabadian," mungkin merujuk pada kekekalan karyanya.

Tempat, Tanggal Lahir, dan Riwayat Hidupnya

Kamaluddin Ad-Damiri dilahirkan di Damirah, Mesir, pada tahun 742 Hijriyah (sekitar 1341 Masehi). Kehidupannya sebagian besar dihabiskan di Kairo, pusat keilmuan Mesir pada masa itu. Ia tumbuh dalam lingkungan yang kental dengan tradisi keilmuan Islam dan menunjukkan minat yang besar terhadap berbagai cabang ilmu pengetahuan sejak usia muda. Ia wafat di Kairo pada tahun 808 Hijriyah (sekitar 1405 Masehi).

Pendidikannya

Ad-Damiri dikenal sebagai seorang yang haus ilmu. Ia belajar kepada banyak ulama terkemuka pada masanya. Pendidikan awalnya meliputi ilmu-ilmu agama seperti tafsir, hadis, fikih (madzhab Syafi'i), ushul fikih, nahwu (gramatika Arab), dan bahasa Arab. Selain itu, ia juga mempelajari ilmu-ilmu alam, khususnya zoologi, yang kelak menjadi fokus utamanya. Ia menimba ilmu dari syaikh-syaikh terkemuka di Kairo, menguasai berbagai disiplin ilmu yang menjadikannya seorang ulama yang multifaset.

Murid-Muridnya

Sebagai seorang pengajar dan ulama yang disegani, Ad-Damiri memiliki banyak murid yang belajar kepadanya. Murid-muridnya berasal dari berbagai latar belakang dan kemudian menjadi ulama-ulama yang melanjutkan tradisi keilmuan. Di antara murid-muridnya yang terkenal adalah Al-Qalqashandi, seorang sejarawan dan penulis terkenal, serta Ibnu Hajar Al-Asqalani, seorang ahli hadis terkemuka yang sering meriwayatkan dari Ad-Damiri. Hal ini menunjukkan pengaruh besar Ad-Damiri dalam membentuk generasi ulama berikutnya.

Sifat-Sifatnya

Kamaluddin Ad-Damiri dikenal memiliki beberapa sifat terpuji yang menjadikannya panutan. Ia adalah seorang yang tekun dan gigih dalam menuntut ilmu, tidak pernah puas dengan pengetahuan yang telah dimiliki. Kesabarannya terlihat dari usahanya yang luar biasa dalam menyusun karya-karya ensiklopedisnya yang memerlukan penelitian mendalam. Selain itu, ia juga dikenal sebagai seorang yang rendah hati, meskipun memiliki ilmu yang luas. Ia selalu berpegang teguh pada ajaran agama dan dikenal sebagai seorang yang wara' (menjaga diri dari syubhat) dan zuhud (tidak terlalu terikat pada dunia).

Karya-Karyanya

Karya paling monumental dari Kamaluddin Ad-Damiri adalah:

  1. "Hayat Al-Hayawan Al-Kubra" (Kehidupan Hewan yang Agung): Ini adalah ensiklopedia zoologi Islam yang paling komprehensif. Kitab ini membahas lebih dari seribu jenis hewan, mulai dari serangga hingga mamalia besar. Setiap hewan dijelaskan secara rinci, mencakup:

    • Nama dan etimologi: Ad-Damiri menjelaskan asal-usul nama hewan dalam bahasa Arab.

    • Deskripsi fisik: Karakteristik fisik dan habitat hewan.

    • Perilaku: Kebiasaan dan sifat-sifat unik hewan.

    • Manfaat dan bahaya: Penggunaan hewan dalam pengobatan, makanan, serta potensi bahayanya.

    • Penafsiran mimpi: Makna simbolis hewan dalam tafsir mimpi menurut tradisi Islam.

    • Referensi dari Al-Qur'an dan Hadis: Mengutip ayat-ayat Al-Qur'an dan Hadis Nabi Muhammad SAW yang berkaitan dengan hewan tersebut.

    • Puisi dan peribahasa: Menambahkan kutipan-kutipan sastra Arab yang relevan.

    Karya ini tidak hanya penting dari sisi zoologi, tetapi juga dari sisi filologi, tafsir, hadis, fikih, dan sastra. "Hayat Al-Hayawan Al-Kubra" menjadi sumber rujukan utama bagi para ilmuwan Muslim dan bahkan diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Fenomena Telur Berembrio: Eksotisme Kuliner atau Makanan Haram?

Antara Eksotisme Kuliner dan Syariat: Bagaimana Islam Memandang Telur Berembrio? Pernahkah Anda mendengar tentang Balut ? Di Filipina atau b...