Senin, 05 Mei 2025

Tafsir Alquran Surat Al Fiil ayat 1 : Kisah Pasukan Bergajah




Surat Al-Fil ayat 1:

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيلِ
"Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah?"

Tafsir Ibnu Katsir:

Ibnu Katsir memulai dengan menyebutkan bahwa Allah mengingatkan Nabi Muhammad ﷺ dan umat manusia akan nikmat-Nya dan kekuasaan-Nya yang besar dalam menjaga Baitullah al-Haram (Ka'bah), serta menghancurkan musuh-musuh-Nya yang berani menyerangnya.

Kisah ini merujuk pada peristiwa pasukan bergajah yang dipimpin oleh Abraha al-Habasyi, gubernur Yaman di bawah kekuasaan Kerajaan Habasyah (Abyssinia). Abraha membangun gereja megah di Sana'a dengan maksud mengalihkan perhatian manusia dari Ka'bah ke gerejanya, namun usahanya gagal. Ia pun marah dan memutuskan untuk menghancurkan Ka'bah.

Maka ia berangkat bersama pasukan besar dan gajah-gajah, termasuk gajah besar bernama Mahmud, dengan niat menghancurkan Ka'bah. Ketika mereka tiba di dekat Makkah, Allah mengirimkan burung-burung (أبابيل) yang membawa batu-batu kecil dari tanah liat yang dibakar. Batu-batu itu dilemparkan ke arah mereka dan menghancurkan tubuh pasukan tersebut.

Ibnu Katsir menyebutkan bahwa Allah menghancurkan mereka dengan cara yang tidak biasa, menunjukkan kekuasaan-Nya. Meskipun orang Quraisy tidak beriman saat itu, mereka menyaksikan sendiri bagaimana Allah melindungi rumah-Nya.

Ibnu Katsir juga menukil beberapa riwayat:

  • Dari Ibnu Ishaq, bahwa kaum Quraisy tidak bisa melawan pasukan bergajah dan menyerahkan urusan mereka kepada Allah. Maka Allah mengirim burung-burung dari arah laut, masing-masing membawa tiga batu kecil: satu di paruhnya, dan dua di kedua kakinya. Setiap orang yang terkena batu itu langsung binasa.

  • Riwayat dari ‘Ikrimah dan lainnya menyebut bahwa tubuh mereka hancur seperti daun-daun kering yang dimakan ulat.


Makna Umum dari Ayat 1 Menurut Ibnu Katsir:

  • Allah ingin mengingatkan kaum Quraisy bahwa jika Dia bisa melindungi Ka'bah dari pasukan Abraha yang kuat, maka Dia juga bisa menjaga Nabi Muhammad ﷺ dan agama Islam.

  • Peristiwa ini menjadi tanda kekuasaan Allah dan juga peringatan bagi siapa saja yang melawan-Nya dan berniat buruk terhadap simbol-simbol suci agama.

  • Ayat ini juga merupakan penguat iman dan keyakinan bagi Nabi Muhammad ﷺ di tengah penolakan dari kaumnya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Fenomena Telur Berembrio: Eksotisme Kuliner atau Makanan Haram?

Antara Eksotisme Kuliner dan Syariat: Bagaimana Islam Memandang Telur Berembrio? Pernahkah Anda mendengar tentang Balut ? Di Filipina atau b...