Surat Al-Quraisy ayat 3 berdasarkan tafsir Ibnu Katsir dan para ulama:
📖 Surat Al-Quraisy Ayat 3
فَلۡيَعۡبُدُواْ رَبَّ هَٰذَا ٱلۡبَيۡتِ
"Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka'bah).”
📚 Tafsir Ibnu Katsir:
Setelah Allah menyebutkan nikmat besar berupa keamanan dan kemakmuran dalam dua ayat sebelumnya, maka ayat ini adalah perintah langsung untuk bersyukur dengan cara:
-
Beribadah hanya kepada Allah, Tuhan yang memelihara mereka.
-
"Rabbal-Bayt" (Tuhan Pemilik Rumah) menunjukkan Ka'bah sebagai pusat ibadah dan syiar tauhid, dan menegaskan bahwa Allah-lah yang menjaga dan memuliakannya.
🔹 Ini adalah ajakan tauhid: tidak boleh menyekutukan Allah.
🔹 Kaum Quraisy diingatkan: meskipun kalian penjaga Ka'bah, jangan sombong dan jangan lalai dari kewajiban beribadah.
💡 Makna dan Hikmah Ayat Ini:
-
Ibadah adalah bentuk tertinggi dari rasa syukur atas nikmat Allah.
-
Jangan hanya bangga sebagai penjaga Ka'bah — tapi wajib menyembah Pemiliknya.
-
Nikmat dunia (seperti keamanan dan rezeki) harus menuntun pada ketaatan, bukan kelalaian.
Kesimpulan: Allah menuntut kaum Quraisy — dan kita semua — untuk menyembah-Nya sebagai wujud syukur atas segala nikmat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar