Sabtu, 11 Oktober 2025

Rahasia Keteraturan Alam Semesta: Tafsir Ibnu Katsir Surat Asy-Syams Ayat 2




Tafsir Surat Asy-Syams Ayat 2 Menurut Ibnu Katsir

Ayat ke-2 dari Surat Asy-Syams berbunyi:

(Wal-qamari izā talāhā)

Artinya: "Dan bulan apabila mengiringinya,"

Ayat ini merupakan sumpah Allah Subhanahu wa Ta'ala yang kedua dalam surat ini, masih berkaitan dengan benda-benda langit.

1. Sumpah dengan Bulan (Wal-qamari)

Allah bersumpah dengan bulan (al-Qamar), yang merupakan makhluk besar dan menakjubkan lainnya. Sumpah ini kembali menegaskan keagungan penciptaan Allah dan ketelitian sistem alam semesta.

2. Makna Izā Talāhā (Apabila Mengiringinya)

Fokus utama penafsiran pada ayat ini adalah makna dari kata "تَلَاهَا" (talāhā), yang berarti mengiringi atau mengikuti. Para ulama tafsir memiliki beberapa penafsiran mengenai apa yang diiringi oleh bulan:

A. Mengiringi Matahari (Setelah Terbenam)

Menurut riwayat dari Mujahid dan pandangan yang populer, talāhā merujuk pada bulan yang mengikuti atau mengiringi matahari.

  • Maksudnya: Bulan muncul dan mengambil alih tugas penerangan setelah matahari terbenam. Ini menunjukkan pergantian kekuasaan yang sempurna dan teratur antara siang dan malam.

  • Ibnu Jarir At-Thabari memilih pendapat ini, yaitu bulan mengiringi matahari dalam siklus peredaran dan tugasnya di malam hari, seolah-olah bulan menggantikan peranan matahari.

B. Mengiringi Siang Hari

Ibnu Abbas (sebagaimana diriwayatkan oleh Al-'Aufi) menafsirkan talāhā sebagai mengiringi siang hari. Ini memiliki makna yang serupa, yaitu bahwa kehadiran bulan datang setelah terang benderangnya siang telah berlalu.

C. Waktu Hilal (Bulan Baru)

Qatadah menafsirkannya secara lebih spesifik, yaitu malam hilal (bulan sabit baru). Ketika matahari terbenam, hilal (bulan baru) mulai tampak. Ini adalah permulaan dari siklus baru bulan.

Kesimpulan Tafsir Ibnu Katsir

Secara umum, Ibnu Katsir menyetujui makna bahwa bulan mengiringi matahari atau siang hari. Ayat ini menyoroti sistem tata surya yang teratur dan rapi, di mana bulan muncul sesuai jadwal dan tugasnya, melengkapi peran matahari.

Sumpah ini, bersama sumpah sebelumnya tentang matahari, menegaskan kekuasaan mutlak Allah dalam mengatur alam semesta sebelum menyampaikan pesan utamanya mengenai penyucian jiwa manusia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Fenomena Telur Berembrio: Eksotisme Kuliner atau Makanan Haram?

Antara Eksotisme Kuliner dan Syariat: Bagaimana Islam Memandang Telur Berembrio? Pernahkah Anda mendengar tentang Balut ? Di Filipina atau b...