Tafsir Surah Al-Balad ayat 10 merupakan puncak dari rangkaian pengingat nikmat dan teguran Allah $Subhana wa Ta'ala$ dalam surat ini. Setelah menyebutkan anugerah alat-alat penciptaan yang sempurna (mata, lidah, bibir di ayat 8-9), Allah kemudian menyatakan tentang petunjuk yang diberikan kepada manusia.
Ayat 10 berbunyi:
وَهَدَيْنَاهُ النَّجْدَيْنِ
(Wa hadaynāhun-najdayn)
"Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan (jalan kebaikan dan jalan keburukan)."
1. Inti Ayat: Petunjuk Dua Jalan (An-Najdayn)
Kata kunci dalam ayat ini adalah النَّجْدَيْنِ (an-najdayn), yang secara harfiah berarti dua jalan yang tinggi, atau dua dataran tinggi.
A. Tafsir Mayoritas: Jalan Kebaikan dan Keburukan
Ibnu Katsir merangkum pandangan mayoritas ulama salaf, termasuk Ibnu Abbas, Mujahid, Qatadah, dan Adh-Dhahhak, bahwa yang dimaksud dengan an-najdayn adalah dua jalan yang jelas bagi manusia:
Jalan Kebaikan (Khair): Yaitu jalan ketaatan, iman, ketakwaan, dan perbuatan baik yang mengarah kepada surga.
Jalan Keburukan (Syarr): Yaitu jalan kemaksiatan, kekufuran, dan perbuatan jahat yang mengarah kepada neraka.
Allah $Subhana wa Ta'ala$ telah menjelaskan dan memperlihatkan kedua jalan ini kepada manusia, sehingga manusia memiliki pilihan dan tanggung jawab penuh.
B. Tafsir Fisik (Pendapat Lain yang Diriwayatkan)
Ada pula pandangan (walaupun kurang kuat) yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa an-najdayn merujuk pada dua jalan fisik yang keluar dari tubuh: jalan air seni dan jalan air besar (faeces). Namun, Ibnu Katsir menguatkan pandangan pertama, karena konteks ayat adalah tentang petunjuk moral dan pilihan hidup yang menjadi dasar pertanggungjawaban manusia.
2. Penyempurnaan Tanggung Jawab Manusia
Ayat 10 ini adalah kesimpulan logis dari rangkaian ayat sebelumnya (4-9):
Ayat 4-7: Manusia diciptakan dalam perjuangan (kabad) dan diingatkan agar tidak sombong karena Allah Maha Melihat.
Ayat 8-9: Allah telah memberikan peralatan sempurna (mata untuk melihat petunjuk dan bahaya, lidah/bibir untuk berbicara dan memilih).
Ayat 10: Allah telah memberikan petunjuk cara menggunakan peralatan tersebut (yaitu, memilih salah satu dari dua jalan).
Dengan diberikannya peralatan yang canggih (indera) dan petunjuk yang jelas (an-najdayn), manusia tidak memiliki alasan di hari Hisab untuk mengatakan, "Saya tidak tahu mana yang benar." Ia diberi kebebasan memilih (ikhtiyar) dan kemampuan untuk membedakan (tamyiz).
Pesan Inti: Manusia diciptakan sempurna, diuji dengan kesulitan, diberikan indra yang canggih, dan yang terpenting, diberikan hidayah untuk membedakan antara yang haq dan batil. Konsekuensinya, ia bertanggung jawab penuh atas jalan mana yang ia pilih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar