Jumat, 16 Mei 2025

Tafsir Alquran Surat At-Takatsur Ayat 1 | Bahaya Sibuk Dunia & Lalai Akh...



๐Ÿ“– Surah At-Takatsur Ayat 1

ุฃَู„ْู‡َุงูƒُู…ُ ูฑู„ุชَّูƒَุงุซُุฑُ
“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu.”


๐Ÿ“š Tafsir Ibnu Katsir – Ayat 1:

Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat ini adalah celaan Allah kepada manusia yang sibuk memperbanyak harta, status, dan jumlah baik dalam bentuk anak, kekayaan, pengikut, maupun kedudukan hingga melalaikan tujuan utama hidup, yaitu ibadah kepada Allah dan persiapan untuk akhirat.

๐Ÿงฉ Makna "Alhakum at-Takatsur":

  • Kata "Alha" artinya melalaikan – yaitu menyibukkan hati dan pikiran dari hal yang lebih penting.

  • Kata "At-Takatsur" bermakna bermegah-megahan dalam memperbanyak sesuatu, baik harta, anak, jabatan, atau pengikut.

Ibnu Katsir menegaskan bahwa tujuan manusia tidak seharusnya hanya berlomba dalam hal duniawi, karena semua itu akan sirna dan tidak berguna di akhirat jika tidak disertai keimanan dan amal salih.


๐Ÿ’ฌ Penjelasan Tambahan dari Riwayat:

๐Ÿ“Œ 1. Dari Qatadah:

“Mereka berkata: 'Kami memiliki lebih banyak dari kalian, lebih kuat dan lebih banyak anak.’ Mereka terus seperti itu hingga meninggal dunia.”

๐Ÿ“Œ 2. Dari Ibnu Abi Hatim, dari Ibnu Buraidah:

Pernah terjadi antara dua kabilah dari Anshar, mereka saling membanggakan jumlah anggota dan anak-anak mereka hingga berkata: "Mari kita hitung di kuburan!" – lalu mereka mendatangi kuburan dan menghitung jumlah orang yang telah meninggal dari kabilah mereka. Maka turunlah ayat ini.


๐ŸŽฏ Pelajaran dari Ayat 1 Menurut Ibnu Katsir:

  1. Peringatan serius terhadap orang yang terlalu mencintai dunia.

  2. Takatsur (berlomba memperbanyak) bisa terjadi dalam bentuk:

    • Harta

    • Anak

    • Jabatan/pengaruh

    • Kekuasaan

  3. Semua itu menjadi lalai jika membuat manusia lupa akan kematian dan kehidupan akhirat.


๐Ÿ“Œ Inti Pesan:

Allah mengingatkan bahwa kesibukan dalam mengejar dunia (takatsur) sering kali membuat manusia lalai dari tujuan utama hidup, yaitu mengingat Allah dan mempersiapkan akhirat.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Fenomena Telur Berembrio: Eksotisme Kuliner atau Makanan Haram?

Antara Eksotisme Kuliner dan Syariat: Bagaimana Islam Memandang Telur Berembrio? Pernahkah Anda mendengar tentang Balut ? Di Filipina atau b...