Jumat, 25 Juli 2025

Hakikat Penolak Kebenaran: Makna Surah Al-Alaq 13



Tafsir Surah Al-Alaq Ayat 13 Menurut Ibnu Katsir

Surah Al-Alaq ayat 13 berbunyi:

أَرَأَيْتَ إِن كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰٓ

(A ra`aita ing każżaba wa tawallā)

"Bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu mendustakan dan berpaling?"

Menurut Tafsir Ibnu Katsir, ayat ini merupakan kelanjutan dari rangkaian pertanyaan retoris yang dimulai dari ayat 9, yang ditujukan kepada Abu Jahal dan orang-orang yang menghalangi kebaikan. Setelah Allah menanyakan bagaimana pendapat mereka jika orang yang dilarang itu (Nabi Muhammad ﷺ) berada di atas kebenaran (ayat 11) dan menyeru kepada takwa (ayat 12), kini Allah membalikkan pertanyaan:

"Bagaimana pendapatmu jika justru orang yang melarang itu (yaitu Abu Jahal) adalah orang yang mendustakan kebenaran dan berpaling dari keimanan?"

Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat ini menyoroti kontradiksi dan kebodohan Abu Jahal. Ia melarang seseorang yang berada di jalan yang benar dan menyeru kepada kebaikan, padahal dirinya sendiri adalah pendusta dan berpaling dari kebenbenaran. Ini adalah puncak dari celaan Allah terhadap orang-orang yang menghalangi dakwah dan kebenaran, menunjukkan bahwa mereka tidak hanya berbuat zalim, tetapi juga berada dalam kesesatan yang nyata.

Singkatnya, Tafsir Ibnu Katsir untuk ayat ini menggarisbawahi:

  • Pembalikan Pertanyaan: Allah membalikkan pertanyaan untuk menyoroti kondisi sebenarnya dari si penghalang (Abu Jahal).

  • Sifat Abu Jahal: Ayat ini secara langsung menggambarkan Abu Jahal sebagai pendusta (terhadap wahyu dan kebenaran) dan orang yang berpaling (dari iman dan petunjuk).

  • Puncak Kesesatan: Ini menunjukkan betapa sesatnya orang yang menghalangi kebaikan padahal dirinya sendiri berada dalam kebatilan.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Fenomena Telur Berembrio: Eksotisme Kuliner atau Makanan Haram?

Antara Eksotisme Kuliner dan Syariat: Bagaimana Islam Memandang Telur Berembrio? Pernahkah Anda mendengar tentang Balut ? Di Filipina atau b...