Minggu, 27 Juli 2025

Tiada yang Tersembunyi dari Allah: Pelajaran dari Al-Alaq Ayat 14



Tafsir Surah Al-Alaq Ayat 14 Menurut Ibnu Katsir

Surah Al-Alaq ayat 14 berbunyi:

أَلَمْ يَعْلَم بِأَنَّ ٱللَّهَ يَرَىٰ

(Alam ya'lam bi'anna Allāha yarā)

"Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat (segala perbuatannya)?"

Menurut Tafsir Ibnu Katsir, ayat ini adalah klimaks dari serangkaian pertanyaan retoris yang ditujukan kepada Abu Jahal (dan setiap orang yang berlaku sepertinya). Setelah Allah menyoroti betapa zalimnya Abu Jahal yang melarang Nabi Muhammad ﷺ yang berada di atas kebenaran dan menyeru kepada takwa, dan bahwa Abu Jahal sendiri adalah pendusta dan berpaling, kini Allah melontarkan peringatan keras:

"Tidakkah dia (Abu Jahal, atau siapa pun yang melarang kebaikan) mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat (segala perbuatannya)?"

Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat ini berfungsi sebagai ancaman dan peringatan yang tegas. Meskipun Abu Jahal mungkin tidak peduli dengan celaan manusia atau merasa kuat di hadapan Nabi, Allah mengingatkannya bahwa tidak ada satu pun perbuatannya yang luput dari pandangan Allah SWT. Allah mengetahui dan melihat segala tindakan, niat, dan makar yang dilakukan Abu Jahal.

Ini adalah peringatan keras bahwa meskipun manusia bisa menyembunyikan kejahatan dari sesama manusia, mereka tidak bisa menyembunyikannya dari Allah Yang Maha Melihat. Dengan kata lain, ayat ini mengandung ancaman akan balasan dari Allah bagi mereka yang berbuat zalim dan menghalangi kebaikan, karena Allah senantiasa mengawasi dan tidak akan membiarkan kezaliman begitu saja.

Singkatnya, Tafsir Ibnu Katsir untuk ayat ini menggarisbawahi:

  • Peringatan Keras: Ini adalah peringatan dan ancaman langsung kepada Abu Jahal.

  • Pengawasan Ilahi: Mengingatkan bahwa Allah Maha Melihat dan tidak ada yang tersembunyi dari-Nya.

  • Konsekuensi Perbuatan: Implikasi dari pengawasan ini adalah adanya balasan atas segala perbuatan, baik maupun buruk.

  • Teguran Moral: Menegur keras orang-orang yang berbuat zalim seolah-olah mereka tidak akan dimintai pertanggungjawaban.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Fenomena Telur Berembrio: Eksotisme Kuliner atau Makanan Haram?

Antara Eksotisme Kuliner dan Syariat: Bagaimana Islam Memandang Telur Berembrio? Pernahkah Anda mendengar tentang Balut ? Di Filipina atau b...