Jumat, 22 Agustus 2025

Kemuliaan Nama Nabi Muhammad SAW (Surat Al Insyirah ayat 4)


Tafsir Surat Al-Insyirah Ayat 4

Ayat 4: وَرَفَعْنَالَكَذِكْرَكَ (Wa rafa'nā laka dzikrak?)

Artinya: "Dan Kami angkat bagimu sebutan (nama)mu?"

Ayat ini merupakan nikmat ketiga yang diberikan Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ, yang berfungsi sebagai pertanyaan retoris untuk menegaskan sebuah fakta, yaitu "Dan sungguh, Kami telah meninggikan namamu."

Ibnu Katsir menjelaskan makna "meninggikan sebutanmu" ini dengan beberapa poin penting:

  1. Menyebutkan Nama Beliau Bersama Nama Allah: Nama Nabi Muhammad ﷺ disebutkan bersama nama Allah SWT di berbagai tempat, seperti dalam kalimat syahadat (Laˉilaˉhaillallaˉh,MuammadurRasuˉlullaˉh), dalam azan, iqamah, dan dalam salawat yang dibaca oleh kaum muslimin. Ibnu Katsir menukil hadis dari Abu Sa'id Al-Khudri, yang menyatakan bahwa Jibril datang kepada Nabi ﷺ dan berkata, "Sesungguhnya Rabbmu berfirman, 'Bukankah engkau tahu bahwa Aku tidak disebut kecuali engkau disebut bersama-Ku?'"

  2. Ketinggian Sebutan di Dunia dan Akhirat: Nama Nabi Muhammad ﷺ sangat terkenal di seluruh alam semesta, baik di kalangan penduduk langit maupun penduduk bumi. Di dunia, tidak ada satu detik pun berlalu tanpa nama beliau disebut-sebut. Di akhirat, beliau adalah orang pertama yang akan dimintai pertolongan (syafaat) oleh seluruh umat manusia, dan beliau adalah orang pertama yang akan membuka pintu surga.

  3. Pengagungan dari Para Nabi Terdahulu: Dalam tafsirnya, Ibnu Katsir menyebutkan bahwa Allah SWT telah mengambil perjanjian dari seluruh nabi-nabi terdahulu untuk beriman kepada Nabi Muhammad ﷺ jika beliau diutus di zaman mereka, dan untuk menolongnya. Hal ini menunjukkan betapa tingginya kedudukan beliau di sisi Allah.

Secara keseluruhan, tafsir Ibnu Katsir menggarisbawahi bahwa ayat ini adalah janji agung dari Allah untuk memberikan kemuliaan dan kedudukan yang tinggi bagi Nabi Muhammad ﷺ. Ini adalah nikmat yang menunjukkan bahwa meskipun beliau mengalami kesulitan dalam dakwah, Allah akan senantiasa mengangkat dan memuliakan namanya hingga hari kiamat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Fenomena Telur Berembrio: Eksotisme Kuliner atau Makanan Haram?

Antara Eksotisme Kuliner dan Syariat: Bagaimana Islam Memandang Telur Berembrio? Pernahkah Anda mendengar tentang Balut ? Di Filipina atau b...