Tafsir Surat Al-Insyirah Ayat 5
Ayat 5: فَإِنَّمَعَالْعُسْرِيُسْرًا (Fa inna ma'al 'usri yusrā)
Artinya: "Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan."
Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat ini adalah puncak dari surat ini. Setelah menyebutkan tiga nikmat yang telah diberikan kepada Nabi Muhammad ﷺ (melapangkan dada, meringankan beban, dan meninggikan nama), Allah kemudian memberikan sebuah janji yang sangat agung dan universal.
Janji ini ditujukan tidak hanya untuk Nabi ﷺ, tetapi juga untuk seluruh umatnya. Ungkapan "fa inna ma'al 'usri yusrā" menegaskan bahwa kemudahan itu datang bersama dengan kesulitan, bukan setelah kesulitan berlalu. Ini menunjukkan bahwa kemudahan itu sudah ada di dalam kesulitan itu sendiri, bahkan di saat yang paling sulit, pertolongan dan kemudahan dari Allah sudah mulai datang.
Ibnu Katsir mengutip sebuah hadis riwayat Ibnu Majah dari Hasan Al-Basri: "Tatkala ayat ini turun, Rasulullah SAW bersabda: 'Bergembiralah! Telah datang kepada kalian kemudahan.' "
Janji ini adalah inti dari surat ini. Kata "al-'usr" (kesulitan) menggunakan kata sandang alif lam (al-), yang menunjukkan makna tertentu, yaitu satu kesulitan. Sementara kata "yusr" (kemudahan) tidak menggunakan alif lam, yang berarti maknanya umum dan tidak terbatas. Dengan demikian, jika satu kesulitan datang, maka kemudahan yang akan datang bisa lebih dari satu.
Janji yang Sangat Kuat:
Ayat ini sering kali digunakan sebagai penenang bagi orang-orang yang sedang menghadapi cobaan berat. Ia memberikan keyakinan bahwa kesulitan hanyalah sementara dan tidak akan abadi. Allah telah menjamin bahwa di balik setiap kesulitan, pasti ada kemudahan.
Secara keseluruhan, tafsir Ibnu Katsir menekankan bahwa ayat ini adalah janji pasti dari Allah yang memberikan harapan dan kekuatan. Ayat ini menegaskan bahwa pertolongan Allah sangat dekat, dan kemudahan itu tidak akan pernah terpisah dari kesulitan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar