Sabtu, 02 Agustus 2025

Makna Surat Al-Alaq 18: Ancaman Allah dengan Malaikat Penyiksa dari Neraka



Tafsir Surat Al-Alaq Ayat 18 Menurut Ibnu Katsir

Surat Al-Alaq ayat 18 berbunyi:

سَنَدْعُ الزَّبَانِيَةَ

"Kelak Kami akan memanggil Malaikat Zabaniyah."


Ayat ini merupakan kelanjutan langsung dari ancaman dan tantangan yang disebutkan dalam ayat sebelumnya (ayat 17), di mana Allah menantang Abu Jahal (dan setiap orang yang sombong serta menentang kebenaran) untuk memanggil golongannya untuk menolongnya.

Menurut Tafsir Ibnu Katsir, ayat ini adalah jawaban tegas dari Allah SWT yang menunjukkan kemahakuasaan-Nya dan ketidakberdayaan segala kekuatan manusia di hadapan kekuasaan ilahi. Berikut adalah beberapa poin utama penafsiran Ibnu Katsir untuk ayat ini:

  • Panggilan kepada Malaikat Zabaniyah: "Zabaniyah" adalah para malaikat penjaga neraka, atau sering diartikan sebagai malaikat penyiksa. Mereka adalah malaikat yang sangat kuat, keras, dan tidak memiliki rasa kasihan dalam menjalankan perintah Allah untuk menyiksa penghuni neraka. Ketika Allah berfirman "Kelak Kami akan memanggil Malaikat Zabaniyah," ini menunjukkan bahwa Allah akan mengutus kekuatan-Nya yang tak tertandingi untuk menghadapi orang yang durhaka tersebut.

  • Kontras dengan "Golongan" Manusia: Ayat ini merupakan kontras tajam dengan tantangan sebelumnya. Jika Abu Jahal membanggakan golongannya, maka Allah akan menghadapinya dengan "golongan" dari sisi-Nya, yaitu Malaikat Zabaniyah yang tidak dapat ditandingi oleh manusia manapun. Ini adalah penegasan bahwa tidak ada kekuatan di bumi, berapa pun banyaknya pengikut seseorang, yang dapat melindungi mereka dari azab dan kehendak Allah.

  • Ancaman Serius: Ini adalah ancaman serius dari Allah kepada Abu Jahal khususnya, dan secara umum kepada setiap orang yang berani menentang kebenaran, menghalangi kebaikan, dan berlaku sombong di hadapan Allah. Panggilan terhadap Zabaniyah adalah simbol dari azab yang pasti akan menimpa mereka yang terus-menerus dalam kesesatan dan menolak hidayah.

  • Penegasan Kekuasaan Ilahi: Ayat ini menegaskan kembali bahwa segala kekuasaan dan kekuatan hanyalah milik Allah semata. Manusia, dengan segala kebanggaan dan kekuatannya, tetaplah lemah dan tak berdaya di hadapan perintah dan hukuman dari Sang Pencipta.

Singkatnya, Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat 18 ini adalah puncak dari ancaman ilahi, menunjukkan bahwa ketika seorang hamba membangkang dan mengandalkan kekuatan semu, Allah akan mendatangkan kekuatan sejati-Nya, yaitu Malaikat Zabaniyah, untuk menimpakan azab yang tidak dapat dihindari.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Fenomena Telur Berembrio: Eksotisme Kuliner atau Makanan Haram?

Antara Eksotisme Kuliner dan Syariat: Bagaimana Islam Memandang Telur Berembrio? Pernahkah Anda mendengar tentang Balut ? Di Filipina atau b...