Jumat, 01 Agustus 2025

Tafsir Surat Al-Alaq Ayat 17: Tantangan Allah kepada Pembangkang


Surat Al-Alaq ayat 17 berbunyi:

فَلْيَدْعُ نَادِيَهُۥۙ

"Maka biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya),"


Menurut Tafsir Ibnu Katsir, ayat ini merupakan kelanjutan dari ancaman Allah SWT terhadap orang yang mendustakan dan durhaka (dalam konteks ini, Abu Jahal) yang disebutkan pada ayat-ayat sebelumnya.

Berikut adalah penjelasan dari Tafsir Ibnu Katsir untuk ayat ini:

  • Konteks Historis (Asbabun Nuzul): Ayat ini turun berkaitan dengan Abu Jahal yang mengancam Nabi Muhammad ﷺ dan melarang beliau shalat di dekat Ka'bah. Abu Jahal dengan sombongnya berkata kepada Nabi ﷺ, "Engkau telah mengetahui tidak ada di lembah ini yang golongannya melebihi golonganku." Dia membanggakan jumlah pengikut dan pendukungnya yang banyak.

  • Tantangan dari Allah: Allah SWT menantang Abu Jahal dengan firman-Nya, "Maka biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya)." Ini adalah sebuah ejekan dan tantangan dari Allah kepada Abu Jahal. Seolah-olah Allah berfirman, "Jika dia merasa kuat dengan pengikutnya, biarkan dia panggil semua kaumnya dan pendukungnya untuk menolongnya dari azab yang akan menimpanya."

  • Ketidakberdayaan Manusia di Hadapan Kekuasaan Allah: Ayat ini menunjukkan bahwa kekuatan manusia, meskipun seberapa besar golongannya atau pendukungnya, tidak akan mampu menolongnya dari azab dan ketetapan Allah. Ini adalah penegasan atas kemahakuasaan Allah dan kelemahan makhluk.

  • Hubungan dengan Ayat Berikutnya: Ayat ini menjadi jembatan ke ayat selanjutnya (ayat 18), di mana Allah akan memanggil "Malaikat Zabaniyah" untuk menghadapi orang yang durhaka tersebut, menunjukkan bahwa kekuatan Allah jauh melampaui segala kekuatan manusia.

Jadi, Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat 17 ini adalah tantangan ilahi kepada Abu Jahal (dan setiap orang yang sombong dan menentang kebenaran) untuk memanggil semua pendukungnya, sebagai penegasan bahwa mereka tidak akan mampu menghalangi azab Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Fenomena Telur Berembrio: Eksotisme Kuliner atau Makanan Haram?

Antara Eksotisme Kuliner dan Syariat: Bagaimana Islam Memandang Telur Berembrio? Pernahkah Anda mendengar tentang Balut ? Di Filipina atau b...