Tafsir Surat Al-Insyirah Ayat 7
Ayat 7: فَإِذَافَرَغْتَفَانْصَبْ (Fa idhā faraghta fanṣab)
Artinya: "Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain)."
Setelah Allah SWT memberikan tiga nikmat besar kepada Nabi Muhammad ﷺ (kelapangan dada, diringankannya beban, dan ditinggikannya nama), serta janji universal tentang kemudahan, ayat ini memberikan perintah langsung kepada beliau dan seluruh umatnya.
Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat ini berisi instruksi untuk tidak pernah berdiam diri atau bermalas-malasan. Ketika seseorang telah menyelesaikan satu tugas atau urusan, ia harus segera beralih kepada urusan berikutnya.
Terdapat dua penafsiran utama dari ayat ini menurut ulama tafsir yang dinukil oleh Ibnu Katsir:
Dari Tugas Duniawi ke Ibadah: Jika engkau telah selesai dari urusan dakwah, jihad, atau urusan dunia lainnya, maka bergegaslah untuk melakukan ibadah kepada Allah dengan penuh kesungguhan. Sebagian ulama menafsirkan
fanṣab(bekerja keras) sebagai shalat atau berdiri dalam shalat malam, sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan.Dari Satu Ibadah ke Ibadah Lain: Jika engkau telah selesai dari satu ibadah (seperti shalat fardu), maka segera bangkitlah dan bersungguh-sungguh untuk ibadah yang lain (seperti shalat sunah, dzikir, atau berdoa). Ayat ini menekankan pentingnya kontinuitas dalam beribadah dan tidak menyia-nyiakan waktu.
Secara ringkas, tafsir Ibnu Katsir menegaskan bahwa ayat ini adalah perintah untuk terus-menerus berikhtiar dan beribadah. Tidak ada waktu luang bagi seorang mukmin. Setelah menyelesaikan satu tugas, segera hadapi tugas berikutnya, dan setelah selesai dari urusan dunia, segera kembali beribadah kepada Allah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar