Jumat, 19 September 2025

Dua Golongan Manusia Berdasarkan Amal Perbuatannya (Surat Al Lail Ayat 4)


 Surat Al-Lail ayat 4 berbunyi:

إِنَّ سَعْيَكُمْ لَشَتَّىٰ

Artinya: "Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda."

Ayat ini merupakan jawaban dari sumpah yang telah disebutkan di tiga ayat sebelumnya (ayat 1, 2, dan 3). Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Allah SWT bersumpah dengan fenomena-fenomena yang berlawanan (malam-siang) dan penciptaan yang berpasangan (laki-laki-perempuan) untuk menegaskan bahwa perbuatan dan amal manusia juga berlawanan dan berbeda-beda.

Poin-poin penting dari tafsir Ibnu Katsir mengenai ayat ini:

  • Penjelasan Sumpah: Ayat ini adalah inti dari sumpah-sumpah di awal surat. Tiga sumpah sebelumnya tidak berdiri sendiri, melainkan sebagai penekanan bahwa amal perbuatan hamba-hamba-Nya itu beraneka ragam.

  • Dua Golongan Manusia: Makna dari "berbeda-beda" (لَشَتَّىٰ) adalah bahwa manusia terbagi menjadi dua kelompok utama:

    • Orang yang berbuat kebaikan: Mereka yang amal perbuatannya sesuai dengan perintah Allah dan Rasul-Nya.

    • Orang yang berbuat keburukan: Mereka yang amal perbuatannya menentang perintah Allah dan Rasul-Nya.

  • Keterkaitan dengan Ayat Selanjutnya: Ayat 4 ini menjadi jembatan menuju ayat-ayat berikutnya (ayat 5-11), di mana Allah merinci dua golongan manusia tersebut dan balasan yang akan mereka terima. Golongan pertama akan dimudahkan jalannya menuju kebahagiaan (surga), sedangkan golongan kedua akan dimudahkan jalannya menuju kesengsaraan (neraka).

Dengan demikian, Tafsir Ibnu Katsir menyimpulkan bahwa ayat 4 ini adalah pernyataan tegas dari Allah yang menjelaskan bahwa setiap orang akan mendapatkan balasan sesuai dengan amal perbuatannya, tidak peduli seberapa kecil atau besarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Fenomena Telur Berembrio: Eksotisme Kuliner atau Makanan Haram?

Antara Eksotisme Kuliner dan Syariat: Bagaimana Islam Memandang Telur Berembrio? Pernahkah Anda mendengar tentang Balut ? Di Filipina atau b...