Surat Al-Lail ayat 16. Ayat ini melanjutkan deskripsi tentang siapa yang akan menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.
Teks dan Arti Ayat
Ayat Arab: الَّذِي كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰ
Transliterasi Latin: Allażī każżaba wa tawallā
Artinya: "Yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari keimanan)."
Tafsir Ibnu Katsir
Menurut Ibnu Katsir, ayat ini adalah penegasan dan rincian dari ayat sebelumnya yang menyebutkan "orang yang paling celaka" (al-asyqā). Ayat ini menjelaskan dua sifat utama yang membuat seseorang menjadi yang paling celaka dan layak masuk neraka.
Ibnu Katsir menafsirkan ayat ini sebagai berikut:
"Yang Mendustakan" (każżaba): Ini merujuk pada orang yang tidak percaya pada kebenaran yang datang dari Allah dan Rasul-Nya. Mereka mendustakan ajaran tauhid, kenabian, dan hari kebangkitan. Pendustaan ini bukan hanya tidak percaya di dalam hati, tetapi juga diungkapkan melalui lisan dan perbuatan.
"Dan Berpaling" (tawallā): Kata ini menggambarkan sikap yang menolak dan berpaling dari amal perbuatan baik yang diperintahkan. Setelah mendustakan kebenaran, mereka tidak mau mengamalkan ajarannya. Mereka menolak perintah-perintah Allah dan lebih memilih jalan hawa nafsu dan kesesatan. Ini adalah kebalikan dari sifat "bertakwa" yang disebutkan pada ayat 5.
Dengan demikian, ayat ini menegaskan bahwa "orang yang paling celaka" adalah mereka yang hatinya mendustakan kebenaran dan perbuatannya berpaling dari ketaatan. Ini adalah kombinasi dari kekufuran (pendustaan) dan keengganan untuk beramal (berpaling), yang menjadi alasan utama mereka mendapatkan balasan api neraka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar