Kamis, 02 Oktober 2025

Al-Lail Ayat 17: Jaminan Keselamatan bagi Orang yang Paling Bertakwa


Dalam Tafsir Ibnu Katsir, Surat Al-Lail ayat 17 dijelaskan sebagai berikut:


Teks dan Arti Ayat

  • Ayat Arab: وَسَيُجَنَّبُهَا الْأَتْقَى

  • Transliterasi Latin: Wa sayujannabuhal-atqā

  • Artinya: "Dan kelak akan dijauhkan darinya (neraka) orang yang paling bertakwa."


Tafsir Ibnu Katsir

Ayat ini adalah kebalikan dari ayat 15 dan 16, yang menjelaskan tentang "orang yang paling celaka" (al-asyqā) yang akan masuk neraka. Ayat 17 ini kembali menjelaskan tentang kelompok pertama yang disebut pada awal surat, yaitu orang yang bertakwa, dan menegaskan balasan bagi mereka.

Menurut Ibnu Katsir, makna dari ayat ini adalah:

  1. "Akan Dijauhkan darinya (Neraka)": Kata sayujannabuhā (akan dijauhkan darinya) memberikan jaminan dari Allah bahwa orang yang memiliki sifat ini tidak akan menyentuh api neraka. Ini adalah janji keselamatan dan jaminan bahwa mereka tidak akan mengalami penderitaan di dalamnya.

  2. "Orang yang Paling Bertakwa" (al-atqā): Sama seperti kata al-asyqā (paling celaka) pada ayat 15, kata al-atqā adalah bentuk superlatif yang berarti "yang paling bertakwa" atau "yang paling takut kepada Allah." Ibnu Katsir menafsirkannya sebagai orang yang benar-benar saleh, yang memiliki ketakwaan tertinggi.

  3. Keterkaitan dengan Ayat-Ayat Sebelumnya: Siapakah orang yang paling bertakwa ini? Ibnu Katsir mengaitkannya dengan karakteristik yang telah disebutkan pada ayat-ayat pembuka surat, yaitu mereka yang:

    • Memberikan (harta) di jalan Allah.

    • Bertakwa.

    • Membenarkan adanya pahala terbaik (surga).

Ayat ini menegaskan bahwa orang-orang yang memiliki tiga sifat tersebut akan mendapatkan balasan surga yang jauh dari api neraka. Ini adalah balasan yang adil dan sempurna bagi mereka yang telah menempuh jalan yang benar. Ayat ini juga berfungsi sebagai penyemangat bagi orang-orang beriman untuk terus meningkatkan ketakwaan mereka agar mencapai derajat yang paling tinggi di sisi Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Fenomena Telur Berembrio: Eksotisme Kuliner atau Makanan Haram?

Antara Eksotisme Kuliner dan Syariat: Bagaimana Islam Memandang Telur Berembrio? Pernahkah Anda mendengar tentang Balut ? Di Filipina atau b...