📰 Keberuntungan Sejati: Tafsir Ibnu Katsir Surah Asy-Syams Ayat 9
Surah Asy-Syams (Matahari) adalah salah satu surah pendek dalam Al-Qur'an yang dibuka dengan serangkaian sumpah Allah $\text{subḥānahu wa ta‘ālā}$ menggunakan ciptaan-Nya yang agung—mulai dari matahari, bulan, siang, malam, langit, bumi, hingga jiwa manusia.
Rangkaian sumpah agung ini pada akhirnya bermuara pada suatu kesimpulan penting yang menjadi jawaban sumpah tersebut, yaitu firman Allah pada ayat ke-9:
Artinya: "Sungguh beruntunglah orang yang menyucikannya (jiwa itu)."
Penjelasan Menurut Imam Ibnu Katsir
Dalam kitab tafsirnya, Imam Ibnu Katsir menjelaskan makna ayat ini sebagai penegasan dari janji keberuntungan (keberhasilan dan keselamatan) bagi hamba yang melakukan tazkiyatun nafs (penyucian jiwa).
Menurut Ibnu Katsir, lafaz "زَكَّاهَا" (zakkāhā) mencakup beberapa aspek utama:
1. Menyucikan Diri dengan Ketaatan
Keberuntungan pertama diraih oleh orang yang membersihkan dirinya dengan ketaatan sepenuhnya kepada Allah. Ibnu Katsir menyandarkan penafsiran ini kepada riwayat dari ulama tabi'in, Qatadah.
Ketaatan ini mencakup segala bentuk ibadah wajib maupun sunnah yang diperintahkan dalam syariat Islam. Ketaatan inilah yang secara hakiki memurnikan jiwa dari segala kotoran dan noda.
2. Membersihkan dari Akhlak Buruk
Aspek kedua, yang juga diriwayatkan dari Mujahid, Ikrimah, dan Sa'id bin Jubair, adalah membersihkan jiwa (diri) dari akhlak-akhlak yang keji dan tercela (dosa-dosa).
Penyucian ini adalah upaya sungguh-sungguh untuk melepaskan diri dari dosa, syirik, kufur, serta sifat-sifat buruk seperti takabur, iri, dengki, tamak, dan lain-lain. Setelah dibersihkan, jiwa tersebut kemudian dihiasi dengan sifat-sifat baik seperti iman, ikhlas, sabar, dan syukur.
Hubungan dengan Surah Al-A'la
Ibnu Katsir memperkuat tafsirnya dengan mengaitkan ayat ini dengan Surah Al-A'la Ayat 14 dan 15:
Artinya: "Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia salat."
Pengaitan ini memberikan petunjuk praktis bahwa keberuntungan sejati (al-falāḥ) dan penyucian jiwa (at-tazkiyah) dicapai melalui tiga pilar utama:
Beriman kepada Allah.
Berzikir (senantiasa mengingat nama Allah).
Mendirikan salat (melaksanakan ibadah).
Kesimpulan
Berdasarkan tafsir Ibnu Katsir, Surah Asy-Syams Ayat 9 adalah puncak dari pesan dalam serangkaian sumpah Allah $\text{subḥānahu wa ta‘ālā}$. Pesan tersebut adalah:
Keberuntungan mutlak di dunia dan akhirat hanya diperuntukkan bagi mereka yang berupaya membersihkan jiwanya dari dosa dan mengisinya dengan ketaatan serta amal saleh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar