Surah Al-'Adiyat ayat 3 berbunyi:
فَٱلْمُغِيرَٰتِ صُبْحًا
Artinya: "dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba pada waktu pagi,"
Tafsir Ibnu Katsir Surat Al-'Adiyat Ayat 3
Ayat ini melanjutkan rangkaian sumpah Allah Swt. pada kuda-kuda perang, kini berfokus pada waktu dan cara penyerangan mereka. Ibnu Katsir menjelaskan makna "Al-Mughirat" dan "Shubhā" dalam konteks peperangan.
1. Makna "Al-Mughirat" (فَٱلْمُغِيرَٰتِ)
Kata "Al-Mughirat" berasal dari kata dasar aghaara-yughiiru yang berarti menyerang secara tiba-tiba, melakukan serangan mendadak, atau melakukan penyerbuan. Dalam konteks militer atau peperangan, ini merujuk pada kuda-kuda yang digunakan untuk melakukan serangan kejutan atau raid terhadap musuh. Serangan semacam ini biasanya dilakukan dengan cepat dan tak terduga untuk menciptakan kekacauan dan memecah belah barisan musuh.
2. Makna "Shubhā" (صُبْحًا)
"Shubhā" berarti waktu pagi atau fajar. Ibnu Katsir menjelaskan bahwa penyerangan pada waktu pagi adalah strategi umum dalam peperangan di zaman dahulu, khususnya di kalangan bangsa Arab. Ada beberapa alasan mengapa serangan sering dilakukan pada waktu fajar:
* Elemen Kejutan: Musuh cenderung lengah atau masih tidur pada waktu fajar.
* Pencahayaan yang Cukup: Cahaya fajar mulai terang namun belum terlalu menyengat, memungkinkan penyerang untuk melihat medan perang dengan baik tanpa terlalu terlihat dari kejauhan.
* Kelelahan Musuh: Musuh yang berjaga semalaman mungkin sudah lelah pada waktu fajar.
* Sunnah Nabi (dalam beberapa riwayat): Nabi Muhammad ﷺ juga sering melakukan serangan pada waktu fajar setelah semalaman mengintai. Jika beliau mendengar azan dari perkampungan musuh, beliau mengurungkan niat menyerang; jika tidak, beliau menyerang.
Jadi, makna lengkap ayat ini adalah: "Dan demi kuda-kuda (perang) yang menyerang musuh secara tiba-tiba pada waktu pagi."
Hubungan dengan Ayat-ayat Sebelumnya
Ibnu Katsir menegaskan bahwa tiga ayat pertama dari Surat Al-Adiyat ini membentuk gambaran yang utuh tentang kuda-kuda perang yang menjadi objek sumpah Allah:
- Ayat 1 (Al-'Adiyat ḍabḥā): Menunjukkan kecepatan dan kekuatan napas kuda saat berlari kencang.
- Ayat 2 (Al-Mooriyat qadhā): Menekankan kekuatan pukulan kuku kuda yang menimbulkan percikan api, menggambarkan kegagahan dan ketangguhannya.
- Ayat 3 (Al-Mughirat shubhā): Menggambarkan aksi nyata kuda perang di medan laga, yaitu serangan mendadak di waktu fajar, menunjukkan strategi dan efektivitasnya dalam peperangan.
Melalui sumpah-sumpah ini, Allah Swt. ingin menarik perhatian manusia pada makhluk ciptaan-Nya yang begitu kuat, patuh, dan efektif dalam menjalankan tugasnya (di jalan Allah, jika digunakan untuk jihad), sebagai kontras dan perbandingan dengan sifat-sifat manusia yang akan dijelaskan pada ayat-ayat berikutnya, terutama sifat ingkar dan kikir. Kuda-kuda ini, dengan segala kehebatan dan kesetiaannya, menjadi simbol peringatan bagi manusia untuk merenungi hakikat keberadaan dan tujuan hidup mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar