Tafsir Surat Al-Alaq Ayat 8: Kembali kepada Tuhanmu
Surat Al-Alaq ayat 8 berbunyi:
إِنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ ٱلرُّجْعَىٰ
"Sesungguhnya hanya kepada Tuhanmulah kembalimu."
Ayat ini merupakan kelanjutan dari peringatan pada ayat sebelumnya (ayat 7) yang berbicara tentang bahaya ketika manusia merasa kaya dan melampaui batas. Setelah Allah SWT mengingatkan tentang kesombongan yang timbul dari kekayaan dan kekuasaan, ayat 8 ini datang sebagai penegas dan pengingat akan tujuan akhir setiap makhluk hidup, yaitu kembali kepada Sang Pencipta.
Makna dan Penjelasan
إِنَّ (Inna): Sesungguhnya
Kata "Inna" adalah penekanan atau penguat, menunjukkan bahwa apa yang disampaikan setelahnya adalah suatu kebenaran yang mutlak dan tidak bisa dibantah.
إِلَىٰ رَبِّكَ (Ila Rabbika): Hanya kepada Tuhanmulah
Frasa ini menggunakan partikel "ila" (kepada) yang diletakkan di awal, sebelum "Rabbika" (Tuhanmu). Penempatan ini dalam bahasa Arab disebut hashr atau pembatasan, yang artinya hanya kepada Allah-lah kembalinya. Ini menegaskan bahwa tidak ada tempat kembali lain, tidak ada kekuasaan lain yang bisa kita tuju setelah kehidupan dunia ini berakhir. Ini adalah pengingat akan kedaulatan mutlak Allah SWT.
ٱلرُّجْعَىٰ (Ar-Ruj'a): Kembalimu
Kata "Ar-Ruj'a" berasal dari kata kerja "raja'a" yang berarti kembali. Dalam konteks ini, "kembalimu" merujuk pada kembali setelah kematian, yaitu hari perhitungan amal (hari kiamat) di mana setiap manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas segala perbuatan mereka selama hidup di dunia. Ini bukan sekadar kembali fisik, melainkan kembali untuk diadili dan menerima balasan.
Konteks dan Relevansi
Ayat 8 ini berfungsi sebagai penyeimbang dan penegur bagi mereka yang terlena dengan kehidupan duniawi, khususnya kekayaan dan kekuasaan, seperti yang disebutkan dalam ayat 7. Ketika seseorang merasa telah mencapai puncak kesuksesan, kekayaan melimpah, dan kekuasaan tak terbatas, ia mungkin lupa akan tujuan utamanya. Ayat ini mengingatkan bahwa semua yang dimiliki di dunia ini hanyalah sementara. Pada akhirnya, setiap jiwa akan kembali kepada Allah SWT untuk mempertanggungjawabkan segalanya.
Pesan utama dari ayat ini adalah:
Pengingat akan Akhirat: Setiap manusia pasti akan menghadapi kematian dan kembali kepada Allah untuk dihisab.
Motivasi untuk Bertaqwa: Kesadaran akan hari kembali kepada Tuhan akan mendorong seseorang untuk tidak sombong, tidak berbuat maksiat, dan senantiasa beramal shalih.
Kedaulatan Mutlak Allah: Semua kekuasaan, kekayaan, dan kehidupan ini berada dalam genggaman Allah SWT.
Dengan memahami tafsir ayat ini, kita diharapkan dapat senantiasa merenungi tujuan hidup, tidak terlena dengan gemerlap dunia, dan mempersiapkan diri untuk hari kembali kepada Sang Pencipta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar