Berdasarkan penafsiran Ibnu Katsir, berikut adalah tafsir dari Surat Al-Insyirah (Asy-Syarh) ayat 8:
Tafsir Surat Al-Insyirah Ayat 8
Ayat 8: وَاِلٰىرَبِّكَفَارْغَبْ (Wa ilā rabbika farghab)
Artinya: "Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya engkau berharap."
Ayat ini adalah penutup dari Surat Al-Insyirah dan menjadi penyempurna makna dari ayat-ayat sebelumnya. Jika ayat ketujuh (Fa idhā faraghta fanṣab) memerintahkan untuk terus bekerja keras dan berikhtiar setelah menyelesaikan suatu urusan, maka ayat kedelapan ini menjelaskan tujuan akhir dari seluruh ikhtiar tersebut.
Ibnu Katsir menjelaskan bahwa makna farghab (berharap) di sini adalah mengarahkan seluruh harapan, niat, dan permintaan hanya kepada Allah SWT. Dengan kata lain, semua kesungguhan dan kerja keras yang kita lakukan harus bertujuan untuk meraih ridha Allah, bukan untuk mencari pujian, kekayaan, atau manfaat dari manusia.
Ayat ini menegaskan kembali prinsip tauhid, yaitu mengesakan Allah. Di tengah segala kesulitan dan kemudahan, dan setelah melakukan segala upaya dan ibadah, seorang hamba harus menyandarkan harapan dan permohonan terakhirnya hanya kepada Rabbnya.
Hubungan dengan Ayat Sebelumnya:
Ayat 7 memerintahkan tindakan (
fa anṣab- bekerja keras).Ayat 8 meluruskan niat (
wa ilā rabbika farghab- hanya kepada Tuhanmu berharap).
Kesimpulannya, tafsir Ibnu Katsir untuk ayat terakhir ini adalah sebuah arahan yang jelas: setiap langkah, setiap usaha, dan setiap ibadah yang kita lakukan haruslah berorientasi hanya kepada Allah. Ayat ini menjadi pengingat bahwa tujuan hidup seorang mukmin adalah mencari wajah Allah, dan semua harapan harus diletakkan pada-Nya, karena hanya Dialah sumber segala pertolongan dan kemudahan.