Surah Ad-Dhuha ayat 10 berbunyi:
"وَأَمَّا السَّائِلَ فَلَا تَنْهَرْ"
(Dan terhadap orang yang meminta-minta, janganlah engkau menghardiknya.)
Dalam tafsir Ibnu Katsir, ayat ini adalah perintah langsung dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW untuk membalas nikmat-nikmat yang telah disebutkan sebelumnya (perlindungan, petunjuk, dan kecukupan) dengan perbuatan mulia, yaitu tidak menyakiti atau merendahkan orang yang meminta-minta.
Ibnu Katsir menjelaskan makna ayat ini secara mendalam:
Makna "As-Sa'il": Kata "As-Sa'il" (orang yang meminta-minta) tidak hanya merujuk pada orang yang meminta-minta dalam hal harta atau materi. Ini juga mencakup orang yang datang untuk meminta petunjuk, ilmu, atau bimbingan keagamaan. Jadi, ayat ini memiliki dua makna utama:
Orang yang Membutuhkan Harta: Janganlah engkau menolak atau membentak orang yang datang kepadamu untuk meminta bantuan finansial atau makanan, sekalipun engkau tidak bisa memberinya. Sampaikanlah penolakan dengan cara yang baik dan sopan.
Orang yang Mencari Ilmu: Janganlah engkau menghardik atau merendahkan orang yang datang kepadamu untuk bertanya tentang suatu perkara agama atau ilmu. Sebaliknya, sampaikanlah ilmu dengan lemah lembut dan berikan penjelasan yang baik.
Makna "La Tanhar": Kata "Tanhar" berarti "menghardik," "membentak," atau "berlaku kasar." Perintah ini menegaskan bahwa perilaku yang kasar atau merendahkan terhadap orang yang meminta-minta sangat dilarang dalam Islam, terlepas dari apa yang mereka minta.
Ibnu Katsir menghubungkan ayat ini dengan ayat-ayat sebelumnya sebagai bentuk balasan atas nikmat Allah. Seolah-olah Allah berfirman, "Seperti halnya Aku telah memberimu petunjuk saat kamu berada dalam kebingungan, maka janganlah kamu menghardik orang yang datang kepadamu mencari petunjuk." Demikian pula, "Seperti halnya Aku telah memberimu kecukupan saat kamu kekurangan, maka janganlah kamu menghardik orang yang datang kepadamu meminta-minta."
Secara keseluruhan, tafsir Ibnu Katsir menekankan bahwa ayat ini adalah landasan moral yang mengajarkan pentingnya kasih sayang, empati, dan sikap mulia kepada semua orang yang membutuhkan, baik secara materi maupun non-materi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar