Peringatan dari Al-Qur'an: Jalan Kesusahan yang Kita Pilih Sendiri
Dalam perjalanan hidup, sering kali kita melihat perbedaan mencolok. Ada yang jalannya terasa begitu lancar, seolah semua pintu kemudahan terbuka. Di sisi lain, ada yang hidupnya terasa sulit, penuh dengan rintangan dan kesempitan. Al-Qur'an, melalui Surat Al-Lail, menjelaskan fenomena ini sebagai konsekuensi dari pilihan kita.
Surat ini membagi manusia menjadi dua kelompok. Kelompok pertama adalah mereka yang memberi, bertakwa, dan membenarkan janji Allah. Bagi mereka, Allah menjanjikan kemudahan. Kelompok kedua, yang menjadi fokus Surat Al-Lail ayat 10, adalah kebalikannya.
Al-Lail Ayat 10: Makna dan Tafsir
Setelah menjelaskan tiga sifat orang yang celaka, yaitu kikir, merasa cukup (sombong), dan mendustakan pahala terbaik, Allah SWT menyimpulkan balasan bagi mereka dalam ayat 10:
Ayat:
فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْعُسْرَىٰ
(Fa sanuyassiruhū lil-‘usra)
Artinya: "Maka kelak Kami akan menyiapkan baginya jalan yang sukar."
Tafsir Ibnu Katsir:
Menurut Tafsir Ibnu Katsir, ayat ini adalah puncak dari sebuah proses yang merusak diri sendiri. Jalan yang sukar (al-'usra) bukanlah takdir yang datang tiba-tiba, melainkan konsekuensi logis dari sifat-sifat yang telah mereka pilih.
1. Kesulitan dalam Berbuat Kebaikan
Jalan yang sukar pertama adalah kesulitan dalam beramal saleh. Hati mereka yang telah terbiasa dengan kekikiran dan kesombongan akan terasa berat saat diajak beribadah. Shalat terasa seperti beban, bersedekah terasa berat, dan ketaatan menjadi sesuatu yang sulit dilakukan. Allah membiarkan hati mereka terkunci, sehingga kebaikan terasa asing dan tidak menyenangkan.
2. Kemudahan dalam Berbuat Maksiat
Berlawanan dengan kebaikan, jalan menuju keburukan justru terasa mudah bagi mereka. Perbuatan dosa, kebohongan, dan pengabaian perintah Allah menjadi ringan. Nafsu dan bisikan setan mendominasi, karena tidak ada lagi keyakinan akan balasan baik atau buruk yang menjadi rem bagi mereka.
3. Jalan Menuju Kesengsaraan Abadi
Pada akhirnya, jalan yang sukar ini akan membawa mereka pada kesengsaraan yang paling besar di akhirat, yaitu neraka. Di sanalah mereka akan merasakan kesulitan dan siksaan yang jauh melampaui segala kesulitan di dunia. Ayat ini menjadi peringatan keras bahwa jalan yang dipilih di dunia akan menentukan nasib abadi.
Peringatan bagi Kita Semua
Al-Lail ayat 10 mengajarkan sebuah pelajaran berharga: Hidup ini adalah pilihan. Kita bisa memilih untuk menjadi orang yang memberi, rendah hati, dan beriman, yang akan mendapatkan kemudahan dari Allah. Atau, kita bisa memilih untuk memelihara kekikiran dan kesombongan, yang akan membawa kita pada jalan yang penuh kesulitan.
Jika kita merasa hidup terasa berat, mungkin ini saatnya untuk merenung dan melihat ke dalam diri. Jangan-jangan, kesulitan itu bukanlah takdir, melainkan cerminan dari hati yang mulai mengeras. Masih ada kesempatan untuk kembali, sebelum jalan yang sukar itu benar-benar mengunci kita selamanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar