Surat Al-Lail ayat 11 adalah kelanjutan dari penjelasan tentang balasan bagi orang-orang yang kikir, sombong, dan mendustakan kebenaran. Ayat ini menegaskan betapa sia-sianya harta yang mereka kumpulkan di dunia.
Ayat:
وَمَا يُغْنِي عَنْهُ مَالُهُ إِذَا تَرَدَّىٰ
(Wa mā yughnī 'anhu māluhū iżā taraddā)
Artinya: "Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah jatuh (ke dalam neraka)."
Tafsir Ibnu Katsir
Menurut Ibnu Katsir, ayat ini adalah penegasan atas tidak bergunanya harta benda yang dibanggakan oleh orang kikir. Makna dari ayat ini adalah:
1. Harta Tidak Berguna di Akhirat:
Ayat ini menjelaskan bahwa kekayaan yang dikumpulkan dengan susah payah di dunia, yang membuat seseorang menjadi sombong dan enggan bersedekah, sama sekali tidak akan memberikan manfaat sedikit pun di akhirat. Harta tersebut tidak dapat menebus dosa-dosanya, apalagi membebaskannya dari neraka.
2. Makna "Jatuh (ke dalam Neraka)":
Kata taraddā (jatuh) secara harfiah berarti "terjatuh dari tempat yang tinggi." Dalam konteks ini, Ibnu Katsir menafsirkannya sebagai terjatuh ke dalam neraka. Ini adalah gambaran yang mengerikan tentang nasib orang kikir. Harta yang mereka jadikan tumpuan hidup di dunia akan menjadi tidak berdaya ketika mereka menghadapi kehancuran di akhirat.
Ayat 11 ini merupakan penutup dari serangkaian ayat yang menjelaskan sifat-sifat orang yang celaka. Ini adalah balasan terakhir yang sangat kontras dengan janji Allah kepada orang-orang bertakwa. Jika orang bertakwa dimudahkan jalannya ke surga, orang yang kikir akan jatuh ke neraka tanpa ada harta yang bisa menolongnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar