Senin, 22 September 2025

Al-Lail Ayat 8: Sifat Orang yang Celaka


Surat Al-Lail ayat 8 adalah kelanjutan dari ayat-ayat sebelumnya, yang membahas tentang jenis manusia yang bertolak belakang.

Ayat:

وَأَمَّا مَنْ بَخِلَ وَاسْتَغْنَىٰ

(Wa ammā man bakhila wastaghnā)

Artinya: "Dan adapun orang yang kikir dan merasa dirinya cukup."


Tafsir Ibnu Katsir

Ayat ini adalah lawan dari ayat 5. Jika ayat 5 menjelaskan karakteristik orang yang dermawan dan bertakwa, maka ayat 8 ini menggambarkan sifat-sifat orang yang celaka.

Menurut Tafsir Ibnu Katsir, ayat ini menjelaskan dua karakteristik utama dari orang yang akan mendapatkan "jalan yang sukar" (seperti yang disebutkan pada ayat 10):

  1. "Kikir" (man bakhila): Ini merujuk pada orang yang tidak mau mengeluarkan hartanya di jalan Allah, baik itu zakat, sedekah, maupun infak. Sifat kikir adalah kebalikan dari sifat "memberi" yang disebutkan pada ayat 5.

  2. "Merasa dirinya cukup" (wastaghnā): Maksudnya adalah orang yang merasa dirinya tidak membutuhkan Allah SWT. Ia merasa sombong dan angkuh karena kekayaan, kedudukan, atau kekuasaannya, sehingga ia tidak merasa perlu untuk beribadah, bersyukur, atau tunduk kepada perintah-Nya.

Ibnu Katsir menjelaskan bahwa orang seperti ini akan dimudahkan untuk berbuat keburukan dan kemaksiatan, karena ia tidak memiliki keyakinan dan ketakwaan yang menjadi penuntun hidupnya. Sifat kikir dan merasa cukup ini akan membawanya pada pendustaan terhadap agama dan balasan akhirat, yang akan dijelaskan pada ayat selanjutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Fenomena Telur Berembrio: Eksotisme Kuliner atau Makanan Haram?

Antara Eksotisme Kuliner dan Syariat: Bagaimana Islam Memandang Telur Berembrio? Pernahkah Anda mendengar tentang Balut ? Di Filipina atau b...