Rabu, 10 September 2025

Hati Mu Akan Puas" | Tafsir Surat Ad-Dhuha Ayat 5



Tafsir Surat Ad-Dhuha Ayat 5

Ayat 5:

وَلَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَىٰ

(Wa lasawfa yuʿṭīka rabbuka fa-tarḍā)

"Dan kelak (di akhirat) Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati)mu menjadi puas."


1. Sempurnanya Janji dan Karunia Allah

Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat ini merupakan janji yang lebih spesifik dan luar biasa dari ayat sebelumnya. Jika ayat 4 (akhirat lebih baik dari dunia) adalah janji secara umum, maka ayat 5 ini adalah penegasan bahwa janji itu akan terpenuhi dengan sempurna.

Kata لَسَوْفَ (lasawfa) adalah penekanan yang kuat, yang berarti "pasti akan." Ini bukan sekadar janji biasa, melainkan jaminan pasti dari Allah SWT.

2. Karunia yang Menjadikan Hati Puas

Kata kunci dari ayat ini adalah فَتَرْضَىٰ (fa-tarḍā), yang berarti "lalu (hati)mu menjadi puas." Ini menunjukkan bahwa karunia yang akan diberikan oleh Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ begitu besar dan agung, hingga beliau merasa sangat puas dan tidak ada lagi keinginan lain.

Ibnu Katsir meriwayatkan sebuah hadis yang menjelaskan makna dari karunia ini. Diriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Semoga Allah memberikan kepadaku dari umatku, sehingga aku merasa puas."

Tafsir ini mengindikasikan bahwa karunia terbesar yang akan diberikan Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ adalah Syafa'at Al-'Uzhma (syafaat terbesar) di Hari Kiamat. Dengan syafaat ini, beliau akan memohon ampunan bagi umatnya, dan permohonannya akan dikabulkan hingga tidak ada lagi umatnya yang tersisa di neraka kecuali yang telah ditetapkan oleh Allah. Ini adalah puncak kepuasan bagi seorang Nabi yang sangat mencintai umatnya.

3. Kaitan dengan Ayat-ayat Sebelumnya

Ayat ini merupakan puncak dari rentetan penghiburan ilahi:

  • Ayat 1-2: Sumpah Allah yang menenangkan.

  • Ayat 3: Bantahan terhadap tuduhan kaum musyrik dan penegasan bahwa Allah tidak meninggalkan Nabi.

  • Ayat 4: Janji tentang balasan di akhirat yang lebih baik dari dunia.

  • Ayat 5: Jaminan spesifik tentang karunia yang akan membuat Nabi puas.

Ayat 5 ini menyempurnakan pesan keseluruhan surat, menunjukkan betapa besarnya perhatian dan cinta Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ. Allah tidak hanya menenangkan beliau di dunia, tetapi juga memberikan janji yang pasti akan terwujud di akhirat, di mana beliau akan mendapatkan kemuliaan dan kepuasan sejati.

Dengan demikian, tafsir Ibnu Katsir untuk ayat 5 ini menekankan pada jaminan pasti dari Allah SWT untuk memberikan karunia yang akan membuat Nabi Muhammad ﷺ merasa sangat puas, terutama terkait dengan syafaat beliau untuk umatnya di Hari Kiamat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Fenomena Telur Berembrio: Eksotisme Kuliner atau Makanan Haram?

Antara Eksotisme Kuliner dan Syariat: Bagaimana Islam Memandang Telur Berembrio? Pernahkah Anda mendengar tentang Balut ? Di Filipina atau b...