Tafsir Surat Ad-Dhuha Ayat 4
Ayat 4:
وَلَلْآخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْأُولَىٰ
(Wa lal-ākhiratu khayrun laka minal-ūlā)
"Dan sesungguhnya akhirat itu lebih baik bagimu daripada dunia."
1. Janji untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat ini merupakan janji dan kabar gembira yang sangat besar dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad ﷺ. Setelah menenangkan hati beliau dari kesedihan di ayat sebelumnya, kini Allah memberikan jaminan tentang masa depan beliau.
الدُّنْيَا (Ad-dunyā): Merujuk pada kehidupan pertama, yaitu kehidupan di dunia.
الْآخِرَةُ (Al-ākhirah): Merujuk pada kehidupan kedua, yaitu kehidupan di akhirat.
Ayat ini secara eksplisit menegaskan bahwa balasan dan kedudukan Nabi Muhammad ﷺ di akhirat kelak akan jauh lebih tinggi dan lebih mulia daripada apa pun yang beliau rasakan di dunia ini. Ini termasuk segala kesulitan, hinaan, dan penderitaan yang beliau alami saat berdakwah.
2. Kaitan dengan Ayat Sebelumnya
Ayat ini merupakan kelanjutan logis dari pesan penghiburan di ayat 3. Setelah Allah menepis tuduhan bahwa Dia meninggalkan Nabi-Nya, kini Dia memberikan janji tentang pahala yang menanti. Pesannya adalah:
Tuduhan (Ejekan): "Setanmu (Jibril) telah meninggalkanmu."
Bantahan (Ayat 3): "Tuhanmu tidak meninggalkanmu dan tidak pula membencimu."
Janji (Ayat 4): "Bahkan, apa yang menantimu di masa depan (akhirat) jauh lebih baik."
Ini seperti orang tua yang menghibur anaknya yang sedang bersedih, "Jangan khawatir, Nak. Ayah tidak akan meninggalkanmu. Dan nanti, Ayah akan berikan hadiah yang jauh lebih baik daripada mainan yang rusak itu."
3. Keutamaan Rasulullah di Akhirat
Ibnu Katsir juga mengisyaratkan bahwa "Al-ākhirah" di sini tidak hanya berarti kehidupan setelah kematian secara umum, tetapi juga merujuk pada keutamaan dan kedudukan Nabi Muhammad ﷺ yang sangat istimewa. Kedudukan beliau adalah Al-Maqam Al-Mahmud (kedudukan yang terpuji) dan Syafa'at Al-'Uzhma (syafa'at terbesar) di hari kiamat.
Jadi, ayat ini adalah penegasan bahwa setiap penderitaan yang dialami Nabi di dunia akan dibalas dengan kemuliaan yang tak terhingga di akhirat, di mana Allah telah menyiapkan kenikmatan dan derajat tertinggi untuk beliau.
Secara keseluruhan, tafsir Ibnu Katsir untuk ayat ini menyoroti janji agung dari Allah yang memberikan kepastian tentang balasan yang jauh lebih baik di akhirat. Ini menjadi sumber ketenangan dan motivasi bagi Nabi Muhammad ﷺ, dan juga menjadi pengingat bagi seluruh umat Islam bahwa kesabaran dalam menghadapi ujian dunia akan berbuah manis di akhirat kelak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar