Tafsir Ibnu Katsir untuk Surah Ad-Dhuha ayat 7, "وَوَجَدَكَ ضَالًّا فَهَدَىٰ" (dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk), menjelaskan bahwa makna "ضَالًّا" (dhaallan) di sini tidak berarti tersesat dalam arti kesesatan yang merujuk pada kekafiran atau penyimpangan akidah. Hal ini karena Nabi Muhammad SAW sejak kecil sudah dilindungi dari hal-hal tersebut.
Menurut Ibnu Katsir, makna ayat ini adalah:
Beliau tidak mengetahui Al-Qur'an dan Syariat. Sebelum diutus menjadi rasul dan menerima wahyu, Nabi Muhammad SAW belum mengenal Kitab Suci dan hukum-hukum syariat. Ayat ini mengacu pada firman Allah dalam surat Asy-Syura ayat 52, yang menyatakan bahwa sebelumnya beliau tidak mengetahui apa itu Al-Kitab dan apa itu keimanan.
Allah memberikan petunjuk dan bimbingan. Setelah itu, Allah SWT menurunkan wahyu (Al-Qur'an) dan memberikan petunjuk kepada beliau, sehingga beliau dapat membimbing umat manusia ke jalan yang lurus. Ini adalah nikmat agung dari Allah yang mengubah beliau dari keadaan yang belum berilmu menjadi sosok yang paling berilmu dan berpetunjuk.
Jadi, dalam konteks tafsir Ibnu Katsir, ayat ini bukan berbicara tentang kesesatan akidah, melainkan tentang anugerah ilmu dan petunjuk wahyu yang diberikan Allah kepada Nabi Muhammad SAW setelah beliau berada dalam fase 'ketidaktahuan' terhadap risalah ilahi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar