Tafsir Surat Asy-Syams Ayat 14: Kisah Kebinasaan Kaum Tsamud
Allah Swt. berfirman dalam Surat Asy-Syams ayat 14, yang merangkum puncak kedurhakaan Kaum Tsamud dan akibat yang mereka terima:
فَكَذَّبُوهُ فَعَقَرُوهَا فَدَمْدَمَ عَلَيْهِمْ رَبُّهُمْ بِذَنْبِهِمْ فَسَوَّاهَا
"Lalu mereka mendustakannya dan menyembelih unta itu, maka Tuhan mereka membinasakan mereka disebabkan dosa mereka, lalu Allah menyama-ratakan mereka (dengan tanah)." (QS. Asy-Syams: 14)
Menurut penjelasan Ibnu Katsir, ayat ini merupakan kronologi yang menjelaskan bagaimana Kaum Tsamud, kaumnya Nabi Shaleh 'alaihissalam, menemui kebinasaan mereka.
Kisah ini dimulai dengan tindakan mereka yang "mendustakannya" (فَكَذَّبُوهُ). Mereka secara terang-terangan mendustakan Nabi Shaleh dan peringatan serta ancaman azab yang beliau sampaikan. Mereka menolak untuk beriman dan meremehkan perintah Allah untuk tidak mengganggu unta betina yang telah menjadi mukjizat bagi mereka.
Puncak pembangkangan dan kedurhakaan mereka adalah ketika mereka "menyembelih unta itu" (فَعَقَرُوهَا). Ini adalah sebuah tindakan pelanggaran yang fatal. Mereka berani membunuh unta betina yang Allah Swt. keluarkan secara ajaib dari sebuah batu besar. Padahal, unta itu adalah hujjah (bukti kebenaran) yang nyata atas kenabian Nabi Shaleh dan kekuasaan Allah.
Akibat dari perbuatan nekat tersebut, Allah Swt. menimpakan azab-Nya. Frasa "maka Tuhan mereka membinasakan mereka" (فَدَمْدَمَ عَلَيْHIMْ رَبُّهُمْ) menunjukkan murka Allah yang sangat besar. Ibnu Katsir menjelaskan bahwa kata "damdama" (دَمْدَمَ) merujuk pada azab yang menimpa secara menyeluruh, menghancurkan, dan membinasakan mereka semua hingga hancur lebur.
Allah Swt. menegaskan bahwa kebinasaan ini bukanlah sebuah kezaliman, melainkan terjadi "disebabkan dosa mereka" (بِذَنْبِهِمْ). Azab itu adalah konsekuensi yang setimpal atas apa yang telah mereka lakukan, yaitu mendustakan rasul Allah dan membunuh mukjizat-Nya.
Ayat ini ditutup dengan firman-Nya "lalu Allah menyama-ratakan mereka" (فَسَوَّاهَا). Kalimat ini, menurut Ibnu Katsir, berarti bahwa Allah Swt. meratakan azab itu kepada seluruh lapisan kaum Tsamud tanpa terkecuali, atau makna lainnya adalah Allah meratakan negeri mereka dengan tanah. Tidak ada seorang pun dari kaum pendusta itu yang dapat melarikan diri atau selamat dari kebinasaan yang mengerikan tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar