Jumat, 07 November 2025

Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-Balad Ayat 3 tentang Asal-Usul Manusia




📜 Menggali Makna Sumpah Ilahi: Tafsir Surah Al-Balad Ayat 3 Menurut Ibnu Katsir

Surah Al-Balad (Negeri) adalah surah Makkiyah yang diturunkan di Mekkah. Surah ini dibuka dengan serangkaian sumpah Ilahi yang kuat, salah satunya adalah ayat ke-3: "وَوَالِدٍ وَمَا وَلَدَ" (Wa wālidivv wa mā walad), yang umumnya diterjemahkan sebagai "Dan demi bapak dan anaknya."

Dalam kitab tafsirnya, Imam Ibnu Katsir mengulas berbagai pendapat ulama mengenai makna sumpah ini. Inti dari ayat ini adalah penekanan terhadap asal-usul dan proses penciptaan manusia sebelum Allah $Subhana wa Ta'ala$ menyampaikan inti pokok surah ini di ayat berikutnya.


1. Penafsiran Mayoritas: Ayah dan Keturunannya Secara Umum

Pendapat yang paling dominan dan kuat dalam Tafsir Ibnu Katsir, yang juga diriwayatkan dari Ibnu Abbas, adalah bahwa sumpah ini bersifat umum dan menyeluruh.

  • Al-Wālid (والد): Merujuk pada setiap yang melahirkan (bapak atau ibu).

  • Wa mā walad (وما ولد): Merujuk pada setiap yang dilahirkan (anak atau keturunan).

Dengan demikian, Allah $Subhana wa Ta'ala$ bersumpah demi setiap orang tua dan setiap anak keturunannya, sebagai isyarat betapa pentingnya proses reproduksi dan kelangsungan hidup manusia yang merupakan bagian dari kekuasaan dan keajaiban penciptaan-Nya. Sumpah ini mencakup seluruh jenis manusia, baik yang beriman maupun yang kafir.


2. Penafsiran Spesifik: Nabi Adam dan Umat Manusia

Pendapat lain yang juga diriwayatkan oleh Ibnu Katsir adalah penafsiran yang lebih spesifik:

  • Al-Wālid (والد): Ditafsirkan secara khusus sebagai Nabi Adam 'Alaihissalam, karena beliau adalah bapak pertama bagi seluruh umat manusia.

  • Wa mā walad (وما ولد): Merujuk pada seluruh keturunan Nabi Adam, yaitu umat manusia secara keseluruhan, baik yang hidup di masa lalu, sekarang, maupun masa depan.

Penafsiran ini menyoroti bahwa keseluruhan entitas manusia, yang berasal dari satu sumber (Nabi Adam), menjadi subjek sumpah Ilahi yang mulia.


3. Hubungan Sumpah dengan Inti Surah

Ayat 3 ini bersama dengan sumpah sebelumnya (ayat 1: Demi kota Mekkah, ayat 2: Demi Rasulullah Muhammad ﷺ) berfungsi sebagai pendahuluan yang sangat kuat untuk pernyataan Allah $Subhana wa Ta'ala$ di ayat 4:

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ فِي كَبَدٍ

"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah (kesulitan)."

Ibnu Katsir menjelaskan bahwa setelah bersumpah demi proses penciptaan dan kelangsungan keturunan manusia (wālid wa mā walad), Allah kemudian menyatakan kenyataan hakiki tentang kehidupan manusia. Ayat 4 ini menegaskan bahwa sejak manusia diciptakan hingga akhir hayatnya, ia akan senantiasa berada dalam kesulitan, perjuangan, dan usaha keras (kabad). Kesulitan ini mencakup kesulitan saat berada di rahim, kesulitan hidup di dunia, dan kesulitan menghadapi kematian dan akhirat.

Intisari: Sumpah "Demi bapak dan anaknya" menempatkan fokus pada penciptaan dan eksistensi manusia sebagai entitas yang mulia, namun juga menegaskan bahwa kehidupan yang dijalani entitas mulia ini adalah sebuah medan perjuangan dan tantangan.


💡 Penutup

Melalui Tafsir Ibnu Katsir, kita memahami bahwa Surah Al-Balad ayat 3 adalah sumpah yang agung, baik dimaknai secara umum (semua orang tua dan anak) maupun secara khusus (Nabi Adam dan keturunannya). Sumpah ini mengingatkan manusia akan asal-usulnya dan merupakan pengantar fundamental untuk memahami bahwa kesulitan (kabad) adalah fitrah yang menyertai setiap langkah kehidupan manusia.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Fenomena Telur Berembrio: Eksotisme Kuliner atau Makanan Haram?

Antara Eksotisme Kuliner dan Syariat: Bagaimana Islam Memandang Telur Berembrio? Pernahkah Anda mendengar tentang Balut ? Di Filipina atau b...